PARA PIMPINAN DPR-RI

Pak Bahtra bersama Sejumlah Pimpinan DPR-RI

JUBIR PARTAI GERINDRA

Sebagai Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong Menjelaskan Reposisi MBG Setelah Ketua BGN yang Baru

PENGAWASAN DPR UNTUK MBG

Penjelasan Juru Bicara Partai Gerindra Penjelasan di Media

SERANGKAIAN PERTEMUAN FORMAL

Kunjungan Kerja ke Sulawesi Tengah

TOKOH MUDA SULTRA

Menjadi Inspirator bagi Banyak Kaum Muda dalam Pendidikan Politik Indonesia

Selamat Datang di Pusat Literasi Jejak-Jejak Kinerja Bahtra Banong

Jumat, 26 Juni 2026

Presiden Menitip Masa Depan Anak-Anak Indonesia Melalui MBG

Pada Talk Show Sapa Indonesia Malam Kompas TV, dimana presenter menanyakan bagaimana tolok ukur dari program MBG ini ? Lalu bagaimana tata kelolanya menurut anda, Jubir Partai Gerindra Bahtra Banong.

Berikut kutipan penjelasan Anggota DPR-RI dari Dapil Sultra, Bahtra Banong, via link https://www.youtube.com/live/DOOrIxw5xOw?si=ib_8ZW3ac4WbIP0O, “Saya pikir ini kan dari waktu ke waktu terus dilakukan evaluasi, terutama dengan kejadian kemarin, dimana tentu Pak Presiden sudah menginstruksikan dengan jelas bahwa dengan adanya peristiwa-peristiwa yang kita anggap ada tata kelola yang kurang baik, terus kemudian penerima manfaat yang dianggap belum tepat sasaran, terus kemudian soal rerekofusion program ini dilakukan, tentu pasti ada juga penyesuaian-penyesuaian anggaran yang pada akhirnya nanti bisa dilakukan atau berefek kepada penghematan anggaran,” katanya.

Menurutnya, sekarang ini sudah dilakukan semua, dalam rangka menjalankan instruksi Presiden, terus kemudian Kepala BGN yang baru. “Kalau kita lihat, positif sekali, apalagi Wakil Kepala BGN sudah mengumumkan bahwa pada saat libur sekolah dihentikan sementara waktu, terus kemudian, rekofusion programnya, terutama soal penerima manfaat, lebih fokus lagi kepada betul-betul daerah yang kita kategorikan 3T atau daerah-daerah yang benar-benar memang membutuhkan MBG ini,” terangnya.

Presenter mempertanyakan bahwa setelah dengan posisi dari pejabat yang baru, dan setelah ada pembenahan saat ini. Tapi kalau Anda lihat dari satu setengah tahun sebelumnya saat masih dijabat Dadan, yang tersangka dalam kasus tata kelola ini. Lalu, Anda melihat juga ada hal yang sama, ada perencanaan yang tidak matang di situ.

“Ya, pemerintah kan terus melakukan pembenahan dari waktu ke waktu. Saya pikir Pak Presiden tidak tinggal diam. Tentu Pak Presiden banyak sekali melakukan, evaluasi-evaluasi terkait dengan, hal ini,  seperti keberadaan program strategis ini,” jelasnya.

Bahtra menilai, tentu pasti yang namanya wajah depan program pemerintah pusat pasti selalu dimonitoring, pasti selalu dievaluasi dari waktu ke waktu. Dan itu jugalah yang membuat pada akhirnya Presiden mengambil keputusan, kesimpulan, untuk memberhentikan ketiga pimpinan BGN itu.

 “Karena itu sudah dilakukan evaluasi dari waktu ke waktu. Jadi semua sejalan dengan apa yang menjadi keinginan dan kehendak Presiden.  Pak Presiden menginginkan bahwa program ini harus betul-betul terlaksana dan tercapai dengan tepat sasaran, tepat guna, pengelolaan yang tidak ada penyimpangan, pengelolaan dikorupsi sana-sini. Atau, pengelolaan yang jujur sehingga program strategis betul-betul dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, terutama yang betul-betul membutuhkan,” pintanya.

Presenter “Oke. Nah, ini ada pernyataan dari Pak Luhut juga bilang begini, "Kenapa harus sekaligus? Kan bisa dibikin secara bertahap ?

Ada pernyataan dari Pak Luhut seperti tadi, menurut Anda (Bahtram red) harus ada prioritas kelompok orang-orang tertentu yang harus jadi perhatian awal dari program MBG ini, atau karena kan yang belakangan juga muncul ?

"Dahulukan 3T dulu, atau ada kelompok tertentu yang harus jadi prioritas untuk MBG ini biar tepat sasaran itu tadi?”

Bahtra menjelaskan awalnya program ini hasil riset Presiden Prabowo, melalui perjalanan keliling ke daerah-daerah. “Beliau menyaksikan banyak sekali anak-anak sekolah kita, terutama yang mungkin masih berkekurangan, sehingga pak Presiden menyaksikan anak-anak di daerah,” katanya.

Maka dari itu program ini, kata Bahtra diagendakanlah. “Terus kemudian menjadi program strategis pemerintah pusat yang dipimpin oleh Pak Prabowo. Jadi saya pikir ini program tentu tujuannya baik, ya, tujuannya mulia, terus kemudian, program ini terutama daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan,” terusnya.

Bahwa lanjutnya dalam perjalanannya kemudian bahwa ada penyimpangan di sana,  tentu ada tata kelola yang kurang tepat. Ini semua yang harus diperbaiki supaya kembali ke substansi awal program ini. “Jadi Pak Prabowo kan kepengin bahwa semua masyarakat Indonesia, terutama ya anak-anak kita, begitu pun target penerimanya yang lain yangbukan hanya anak-anak,” katanya.

Purtra Sulawesi ini juga mencontohkan, ada balita, ada ibu hamil, semua ini penerima manfaat MBG. “Jadi Pak Prabowo betul-betul ingin agar manusia Indonesia di masa depan itu unggul. Nah makanya itu diberesin dari hulunya supaya nanti produk kita di masa depan, daya saing anak-anak kita juga makin baik. Oke, dan itu semua yang harus dilakukan melalui program, yang tentu lebih tepat sasaran,” kuncinya. (ancha)

Rabu, 17 Juni 2026

Bahta Banong : "Kebijakan Efesiensi Pak Prabowo Berdampak Luas Perbaikan Ekonomi Bangsa"

Dalam sebuah wawancara di Berita Satu, dimana Jubir Partai Gerindra, Bahtra Banong diminta pendapatnya soal beberapa permasalahan nasional termasuk diantaranya dana transfer ke daerah.

“Terkait dengan dana transfer, kami ini menegaskan bahwa kami bersama Kemendagri, dimana setiap penyusunan APBD itu memang selama ini dilakukan pendampingan oleh Kemendagri, dan setelah dilakukan pendampingan, memang banyak sekali program-program, kerja yang tidak semestinya, terus kemudian itulah yang diplototin oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Akhirnya, bahwa begitu dipotong dana transfernya, terus kemudian, diplototin program kerjanya, ternyata bisa dilakukan efisiensi, dan memang banyak yang tidak tepat sasaran. Jadi faktanya seperti itu.

Jadi banyak sekali daerah menyusun program kerjanya, tentu melalui APBD ditemukan fakta-fakta bahwa memang perlu tidak efesien. Nah inilah yang diperbaiki, bahwa memang ada daerah yang ketergantungan TKD-nya sangat besar sama pemerintah pusat, tetapi itu juga akan dicarikan solusi, tidak serta-merta dipotong begitu saja.

“Nah, itulah yang terus dilakukan oleh pemerintah pusat, ya, bahwa dalam penyusunan APBD, baik itu kabupaten / kota begitupun provinsi. Kalau kita benar-benar menyusun mana yang menjadi prioritas, yang mana yang tidak perlu, maka insya Allah pasti akan sebenarnya tidak jadi problem,” urainya.


Untungnya Presiden telah melakukan antisipasi. “Coba seandainya Pak Prabowo tidak melakukan efisiensi di sejak awal pemerintahan. Lalu tiba-tiba situasi global yang melanda kita, seperti hari ini, bagaimana geopolitik, bagaimana geoekonomi, maka saya akan memastikan bahwa mungkin akan lebih parah lagi,” terangnya.

Nah, maka dari itu perlu disyukuri, punya pemimpin seperti Prabowo yang punya visi atau bacaannya ke depan lebih maju sehingga bisa memprediksi situasi-situasi itu.

“Karena jauh-jauh sebelumnya Pak Prabowo sudah mengatakan bakalan ada perang Teluk, yang kemudian kita tidak melakukan efisiensi sejak awal, maka itu akan lebih memperparah situasi kita,” sambungnya,

Kemudian, memang tantangannya tidak mudah, karena tantangan-tantangan yang dihadapi adalah bukan hanya faktor internal, tapi faktor eksternal juga yang begitu kuat. “Kita tahu bahwa situasi global yang tidak pasti ini, itu semualah yang mempengaruhi, sehingga bangsa kita kan tidak berdiri sendiri. Insya Allah pemerintah bekerja sekuat tenaga, untuk kemudian menyelesaikan masalah satu per satu,” katanya.

Bahtra mencontoh, coba agak flashback sedikit, beberapa hari yang lalu, banyak sekali yang mengkritik terkait soal pelemahan rupiah, terus kemudian bagaimana IHSG, merosot jauh, “dan alhamdulillah, ya, beberapa hari ini dengan perbaikan-perbaikan yang tentu dilakukan oleh pemerintah, akhirnya apa yang kita lihat bahwa hasilnya juga maksimal,  seperti nilai tukar kita juga sudah jauh di bawah Rp 18.000,” nilainya.

 Jadi, marilah bersama-sama terus melakukan pernbaikan-perbaikan, mendukung kinerja Presiden yang tak henti-hentinya bekerja demi bangsa. “Alhamdulillah, perlahan-lahan mulai membaik, dan bahkan sempat 3 hari terakhir kemarin ribonnya sangat jauh. Artinya apa? Eh, insya Allah pemerintah akan terus bekerja maksimal,  termasuk tuntutan teman-teman dan mahasiswa,” kuncinya. (*)

Selasa, 16 Juni 2026

Bhatra : "Pak Prabowo Kompromi, Mengundang Tokoh-Tokoh Nasional untuk Dialog"

Dalam Talkshow Prime Plus CNN Indonesia dengan Tema ‘Mahasiswa Bergerak, Pemerintah Diminta Merespon Tuntutan’ yang dipandu oleh Herlambang, dimana seiring menghangat demonstrasi-demonstrasi yang terjadi di beberapa kota, maka sejumlah narasumber yang hadir diantaranya adalah Fatimah Az-zahra (perwakilan mahasiswa),  Ahman Irawan - Anggota DPR-RI / Fraksi Golkar,

Feri Amsari (Pakar Hukum Tata Negara), Agus Baskoro (Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis),

Anugrah Prahasta :Kepala RND Transmedia Sosial, serta Bahtra Banoing (Jubir Partai Gerindra), pada canal https://www.youtube.com/live/klZTekHNFF8

Dimana ditanya bagaimana sikap Presiden terhadap tuntutan mahasiswa yang semakin memanas ini, maka Bahtra Banong memberikan penjelasan diantaranya adalah pada sikap saling menghormati perbedaan pandangan masing-masing pihak, baik yang berada pada posisi pemerintah dan legislative, maupun pada akademisi, mahasiswa dan lainnya.

“Partai Gerindra yang kebetulan Ketua Umum kami juga Presiden Prabowo Subianto, tentu kami menghormati, menghargai setiap pendapat, penyampaian aspirasi, baik itu dari teman-teman atau adik-adik mahasiswa, begitu pun berbagai kelompok elemen. “ simpatinya.

Ia mengakui bahwa penghargaan itu tetap dalam bingkai demokrasi. “Artinya setiap menyampaikan pendapat di muka umum itu diperbolehkan, dan diatur oleh undang-undang. Dan itu juga menurut hemat kami, bahwa menjadikan bahwa ini dalam rangka agar bisa mengontrol program-program pemerintah supaya bisa lebihtepat sasaran lagi, supaya bisa lebih jangkauannya lebih tepat, esuai dengan apa yang dimau oleh Presiden Prabowo, yang juga kemauan rakyat,” ungkapnya.

Ditanya, yang dimau Presiden atau apa yang dibutuhkan masyarakat sebetulnya dalam hidup?. “Ya, tentu Pak Presiden bekerja untuk kepentingan masyarakat. Jadi Pak Prabowo kan konsisten,  jauh sebelum jadi presiden, beliau juga selalu mengingatkan kepada kami, kader-kader Gerindra agar bekerja untuk dan kepada Masyarakat,” lanjutnya.

“Jadi pikir itu sesuatu yang yang baik ya,” serunya.

 Lalu, :kami berterima kasih kepada mahasiswa, itu adalah bentuk kecintaan mahasiswa terhadap pemerintah. Dan saya pikir kita juga pernah jadi mahasiswa, dan ketika kita juga mahasiswa pasti melakukan hal yang sama, untuk kemudian terus mengingatkan pemerintah agar di jalur yang benar, di rel yang benar, sehingga betul-betul kita bisa pantau program kerja pemerintah tersebut,” terangnya.

Oke, berarti artinya masukan kritikan dari teman-teman mahasiswa menjadi rasional hari ini untuk segala program unggulan Pak Prabowo? Iya, bahwa kemudian, eh, masukan dari berbagai pihak ya, tentu kan, eh, kalau kita berbeda pandangan, ini kan negara kita negara demokrasi, bahwa perbeda pandangan itu ya sesuatu yang, eh, lumrah saya pikir ya, dan itu adalah sesuatu keniscayaan. Artinya kita boleh berbeda pandangan, berbeda pendapat, tetapi juga kan, eh, de- kualitas demokrasi kita juga harus makin baik, dan itu dibuktikan oleh teman-teman mahasiswa. Misalnya hari ini tidak ada yang, apa namanya, anarkis, begitu pun aparat kita ya, saya lihat juga makin, makin persuasif dan tidak ada yang melakukan, eh, tindakan represif te- terhadap, apa namanya, mahasiswa kita. Nah, itu, itu dulu yang patut kita syukuri, bahwa di sana ada pertentangan pandangan, ada pertentangan pendapat, eh, ya silakan berbeda pendapat, silakan berbeda pandangan, dan tentu juga itu akan menambah, apa namanya, kualitas demokrasi kita juga makin baik.

Oke, saya ingin dalam medisi. Dan pemerintah juga tentu ya, dalam menjalankan program kerjanya tentu juga punya alasan-alasan. Terus kemudian misalnya Pak Prabowo punya program, program strategis nasional seperti yang kita lihat hari ini, misalnya, eh, program, eh, makan, eh, bergizi, eh, gratis. Karena kan kalau kita lihat ya ini adalah program yang sangat baik, sangat bagus, sangat mulia, ya, betul-betul Pak Prabowo ingin bagaimana meni tidak hanya meningkatkan gizi anak-anak kita, tidak hanya meningkatkan gizi generasi kita, tapi di sana juga bagaimana memperbaiki kualitas sumber daya manusia kita. Oke, saya masuk ke situ, Bang. Jadi kalau kemudian kritik soal MBG itu dianggap berbeda pandangan saja, beda cara pandang saja, atau kemudian memang harus ada yang diperbaiki tata kelolanya?

BGN dan MBG

Berikut penjelasanya Angogta DPR-RI Dapil Sultra, Bahtra Banong yang ditulis secara tutur.


Berdasarkan fakta-fakta, realita, bahwa harus ada yang diperbaiki di sana, saya pikir juga pemerintah tidak menutup mata. Dan faktanya hari ini,  dan berdasarkan kritikan teman-teman hari ini, termasuk juga mungkin Bang Feri (Feri Amsari, red) yang sering senantiasa mengingatkan pemerintah.

Pak Presiden juga tidak buta dengan kritikan, tidak anti dengan kritikan. Berdasarkan masukan dari publik, masyarakat, begitu pun dengan DPR. Itu juga menjadi alasan beliau (Presiden, red) misalnya melakukan pencopotan terhadap kepala BGN atau pimpinan BGN.

Jadi saya pikir penting ya, saling memberi masukan, memberi kritikan, dan kalau itu dianggap, ob- objektif, rasional, tentu juga pemerintah tidak akan buta terhadap kritikan itu. Dan boleh jadi, itu juga bisa dijadikan alasan kemudian pemerintah mengambil kebijakan.

Dan faktanya hari ini ya, kita lihat Pak Prabowo, seringkali misalnya mengundang para tokoh-tokoh kita yang dianggap punya pengalaman, yang dianggap punya para profesional, baik yang seirama dengan pemerintah, begitu pun tokoh-tokoh kita yang kita anggap kritis. Misalnya terakhir kita lihat misalnya Pak JK (Jusuf Kalla, red), ya selama ini kan Pak JK kritis, dan kritik terhadap pemerintahan, terutama di wilayah ekonomi. Tetapi kemudian Pak JK berdiskusi dengan Pak Presiden terkait soal ekonomi.

Bayangkan misalnya, sekarang hampir 30.000 dapur yang berjalan, berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan? Berapa banyak peternak kita yang bisa hidup dari diambil dari bahan bakunya di situ? Berapa banyak petani kita yang bisa diambil bahan bakunya di situ? Berapa banyak nelayan kita kalau yang juga ikannya dari mereka.

Misalnya di kampung saya di Sulawesi Tenggara, karena kita sebagian besar pulau-pulau di sana, lauknya sebagian besar diambil oleh nelayan-nelayan kita, apakah itu tidak menghidupkan UMKM kita?

Dan inilah yang dikehendaki oleh Pak Prabowo dalam situasi global yang tidak pasti ini. Kita pernah punya pengalaman bahwa begitu kita krisis tahun '98, bukankah UMKM yang menyelamatkan kita? Maka dari itu, MBG ini tidak bisa dilihat hanya satu perspektif saja.

MBG ini kalau berjalan dengan maksimal, selain bisa menopang pertumbuhan ekonomi daerah, dia juga bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Berarti kalau dihentikan, mudhorotnya akan lebih banyak, menurut Gerindra?

Perspektif kami, ya, bahwa MBG ini manfaatnya sangat banyak. Mohon maaf, saya mau cerita sedikit. Singkat. Ke adik-adik mahasiswa. Mungkin, mungkin beliau karena tinggal di kota, ya. Kami yang tinggal di kampung Sulawesi Tenggara sana, di pulau sana, bayangkan, adik-adik kita berangkat ke sekolah menggunakan perahu. Tanpa mereka makan (sarapan, red), mereka sampai di sekolah dalam kondisi perut lapar. Mana mungkin mereka bisa belajar dengan baik?

Mana mungkin mereka bisa berkonsentrasi di sekolah kalau berangkat ke sekolah dalam kondisi lapar? Mungkin iya bagi orang-orang kota tidak ada masalah, tapi bagi kami, orang-orang yang di kampung, yang di pelosok sana, sangat membutuhkan program MBG ini.

Kemudian, karena tidak pernah ada dalam sejarah anak-anak kita diberi makan. Misalnya kita lihat, di daerah-daerah pelosok, banyak sekali anak-anak kita yang tidak mampu. Belum lagi kita bicara baru satu program, ya, kita bicara MBG, belum kita bicara soal bagaimana sekolah rakyat. (*)

Senin, 15 Juni 2026

Bahtra : "Presiden Prabowo Selalu Menghargai Perbedaan Pendapat"

Dalam Talkshow di Berita Satu dengan tajuk Demo Mahasiswa Protes Kebijakan Ekonomi, salah satu narusmber yang dimintai tanggapannya Adalah Jurub Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong. Untuk pertanyaan adalah Bang Batra saya ingin masuk langsung kepada substansinya soal program Juber Dana Jumbo, program prioritas yang diusung oleh Presiden Prabowo. Nah, ini menjadi sorotan karena agak kontradiksi nih dengan semangat efisiensi yang terus digaungkan. Boleh disampaikan nih, Bang Batra, bagaimana sebenarnya evaluasi yang dilakukan oleh Gerindra sebagai partai presiden atas program yang terus dikritik, tetapi sampai dengan saat ini belum ada hasil nyatanya dari kritik tersebut?

Berikut disampaikan secara tutur.

Saya ingin menyampaikan bahwa, apa yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa ini, itu bagian dari, demokrasi karena memang sistem negara kita mengatur sistem demokrasi.

Maka dari itu, penyampaian aspirasi, penyampaian pendapat di muka umum, diperbolehkan dan sah-sah saja. Itu juga, pemerintah saya pikir selalu, di bawah Presiden Prabowo menyampaikan bahwa selalu menghargai adanya oposisi ataupun perbedaan pandangan. Karena itu baik buat negara kita, terutama dalam rangka untuk terus mengingatkan pemerintah agar ada kontrol, terhadap program-program pemerintah, terutama program yang prokerakyatan.


Nah, yang kedua, saya juga ingin menyampaikan, rasa terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang sampai hari ini sudah, mulai dari beberapa hari kemarin terus hari ini juga melaksanakan demonstrasi.

Dan kita lihat bahwa Alhamdulillah tidak terjadi anarkisme dan para aparat juga tidak ada yang represif terhadap mahasiswa yang sedang, menyampaikan pendapatnya atau menyampaikan aspirasinya. Nah, inilah yang harus, suasana yang harus dibangun dalam rangka bahwa bagaimana agar kualitas demokrasi kita makin baik.

Nah, terkait soal apa yang dituntut hari ini, terutama yang disampaikan oleh (presenter, red)  tadi bahwa soal efisiensi, sebenarnya saya ingin menegaskan bahwa jauh sebelum ada penyampaian aspirasi terkait soal, pemborosan anggaran, terkait soal efisiensi, sebetulnya Presiden Prabowo semenjak dilantik ya pada Oktober yang lalu, telah menginstruksikan kepada Kementerian, lembaga begitu pun kepada para daerah, baik di tingkat dua maupun di tingkat provinsi, agar dilakukan penghematan anggaran. (*)

Bahtra : “Pemerintah Tak Alergi Kritikan”

Menjawab segala tuntutan public, termasuk mahasiswa yang turun ke jalan, maka Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong pada Acara Sapa Indeonsia Pagi di Kompas TV menjawab bahwa jauh sebelum tuntutan ini digaungkan oleh mahasiswa, Prabowo sudah menindaklanjuti.

Ia mencontohkan tentang penghmeatan di segala sektor. “Bahwa kita harus berhemat, dan tentu tidak hanya sekadar ucapan, tapi itu dilakukan dengan tindakan, bagaimana kemudian kementerian, lembaga, dan bahkan semua gubernur, bupati, walikota diinstruksikan secara tegas, bahkan secara nyata melalui peraturan-peraturan untuk kemudian melakukan penghematan,” ungkap Anggota DPR-RI dari Dapil Sultra.

Ketika ditanya bagaimana tanggapan Bahtra selaku Juru Bicara menangani berbagai maraknya demo-demo yang bukan hanya di Jakarta, bahkan di daerah yang hari Senin (15/06/2026), justru marak terus melantukan suara-suara kritis.

“Iya, tentu saya ingin menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi, penyampaian pendapat yang dilakukan oleh, teman-teman BEM, teman-teman mahasiswa. Itu tidak dilarang, dan memang, telah diatur dalam undang-undang kita bahwa setiap orang, setiap individu, atau kelompok masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum itu diperbolehkan,” katanya.

Namun Bahtra mengingatkan bahwa tentu penyampaian pendapat itu harus berbasis data, yaitu berdasarkan fakta-fakta. Dari sit, kemudian harus disampaikan. “Dan kami juga berterima kasih, ya, kepada teman-teman BEM, sudah melaksanakan demonstrasi secara tertib, damai, tidak ada anarkisme,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai bangsa yang berdemokrasi ini, adalah sesuatu yang bagus, karena berbeda pandangan itu boleh, pendapat juga itu diperbolehkan. “Kami, memberi apresiasi yang sebesar-besarnya kepada teman-teman mahasiswa,” apresiasinya.


Soal terkait dengan tuntutan teman-teman BEM, katanya, tentu ada lima poin yang dimaksud itu, tuntutan tersebut sebetulnya jauh sebelum teman-teman menyampaikan, dimana Prabowo sudah mewanti-wanti kepada segala pengambil kebijakan di berbagai level sudah dilakukan.

“Semenjak beliau berkampanye jauh sebelum jadi presiden, ini selalu disampaikan bahwa APBN kita terlalu besar kebocorannya, maka ini harus diperbaiki dengan cara melakukan penghematan dan efisiensi tentunya,” serunya.

Lanjutnya, bagaimana kemudian kementerian, lembaga disuruh untuk berhemat, bagaimana kemudian para kepala-kepala daerah, baik di tingkat kabupaten kota, begitupun di tingkat provinsi. Artinya sejalan dengan apa yang disampaikan  teman-teman mahasiswa.

“Begitupun dengan MBG,” katanya seraya menegaskan sekali lagi bahwa ini adalah program yang sangat mulia, tujuannya baik, untuk memperbaiki gizi anak-anak, Indonesia di masa depan, untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang.

“Maka dari itu tentu program ini harus terus didukung, diberikan dukungan terhadapprogram strategis pemerintah ini,” katanya seraya mengakui bahwa kalua disana ada penyimpangan yang terjadi, maka itu yang sedang diperbaiki oleh Presiden. (*)

Minggu, 14 Juni 2026

#BahtraPeduli Sentuh Ibu-Ibu Single Parent

Salah seorang penerima #BahtraPeduli mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan anggota DPR-RI Dapil Sultra ini sangat bermanfaat bagi warga. 

"Bantuan ini bukan hanya bagi kelompok warga tertentu, tetapi semua dapat merasakannya," ungkap, Sumirna. 

Pemilik pembibitan swadaya di Desa Tahibua Kec.Tiwu Kabupaten Kolaka Utara ini membenarkan bahwa bantuan atau kedulian seorang Bahtra Banong tidak dilihat dari jenis dan besaran bantuannya. Tetapi lebih dari itu, ada kepedulian yang tidak bisa diukur dengan material.

"Secara pribadi saya tidak kenal, atau tidak mengenal orang-orang dekatnya, tetapi saya menerima bentuk kepduliannya menandakan suatu bukti nyata bahwa memang Pak Bahtra memiliki rasa kepedulian yang tinggi kepada sesama," tuturnya. 

Sambil mengucapkan rasa terimakasihnya, Ibu yang single parent ini juga berharap bahwa dengan kepedulian yang dimiliki Bahtra Banong, dapat menjadi pemicu untuk selalu mengingat bahwa di warga atau kelompok warga memang ada kebutuhan-kebutuhan yang mestinya dapat perhatian pemerintah. (*)




Jumat, 12 Juni 2026

Tim #BahtraPeduli Kembali Menyisir Dua Kecamatan di Wilayah Tengah

Memasuki pekan kedua Juni 2026, tepatnya Jumat 11/06/2026, kembali tim #BahtraPeduli menyalurkan wujud kepedulian seorang anggota DPR-RI dari Komisi II, yakni Bahtra Banong, di beberapa desa pada dua kecamatan di Kolaka Utara. 

Kali ini cukup beragam desa-desa yang disentuh mulai dari Desa Kamisi Kecamatan Kodeoha, sampai Meeto, lalu di Kecamatan Tiwu, Desa Mattiro Bulu, Watumea, dan Tiwu. 

Koordinator relawan #BahtraPeduli Kolaka Utara, Zulihin, membenarkan kalau timnya kembali dalam gelaran Jumat Berkah pekan kedua Juni 2026. Tim-tim ini mendatangi rumah-rumah warga yang dianggap sangat membutuhkan bantuan sembako tersebut. 

"Kami memang sengaja menyisir dulu wilayah tengah, mulai dari Lasusua, Katoi, Kodeoha dan Tiwu, dan selanjjutnya terus ke utara, Ngapa, Watunohu dan Pakue Raya. Sementara wilayah selatan direncanakan mulai dari Kec.Lambai, Rante Angin dan Wawo," katanya. 


Olehnya, pihak relawan, terus melakukan kordinasi dengan tim provinsi guna memastikan bantuan-bantuan dari psko utama Kota Kendari tidak ada masalah untuk sampai di Kab.Kolaka, yang selanjutnya menuju Kolaka Utara. 

Dia mengakui bahwa dengan sedikit keterbatan pergerakan tim, maka ditargetkan setiap Jumat disalurkan bantuan minimal 15 paket. 

Kamis, 11 Juni 2026

Profile Bahtra Banong

 Berikut Profile Anggota DRP-RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong


Gugus Tugas Reformasi Agraria - Palu

Hari ini saya, memimpin kunjungan kerja reses Komisi II DPR RI ke Provinsi Sulawesi Tengah. Kami disambut langsung oleh Gubernur, Wakil Gubernur, Forkopimda, dan Para Bupati/Walikota Se Sulawesi Tengah. Fokus utama kunjungan ini adalah melihat langsung bagaimana pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di daerah.

Dari paparan yang disampaikan, GTRA di Sulawesi Tengah sudah berjalan cukup baik, akan tetapi masih perlu diperkuat. Agar GTRA benar-benar hadir untuk menyelesaikan persoalan lahan dan konflik agraria.

Pemerintah daerah sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari pendataan lahan, sertifikasi tanah, hingga penyelesaian konflik. Namun, masih ada tantangan seperti koordinasi antar instansi dan belum optimalnya peran GTRA sebagai pengambil keputusan.

Komisi II DPR RI menegaskan bahwa GTRA harus lebih kuat dan aktif. Kepala daerah dan Forkopimda harus benar-benar memimpin penyelesaian konflik agraria agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan manfaat dari pembangunan di Sulawesi Tengah. (fb bahtra)

Selasa, 09 Juni 2026

Bahtra : "Presiden Prabowo Konsen Penguatan Fundamental Ekonomi RI"

Dalam Acara Business Talk Kompas TV dengan tema “Rupiah Bergejolak, Isu Resuffle Merebak” dengan menghadirkan sejumlah paka ekonomi, analis politik, perwakilan parpol dan juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong.

Talkshow yang dipandu Ian Rahman membuka acara dengan meminta anggota DPR RI dari Fraksi Gerindr aini memberikan ulasannya. Berikut yang diramu dari link https://www.youtube.com/live/FNWQ9OgUMf0 yang ditulis secara tutur.

Soal sejumlah nama yang dipanggil oleh Presiden Prabowo, bagaimana tanggapan juru bicara Partai Gerindra, ya ada beberapa nama dipanggil, dan ini dilakukan Presiden tentu akan minta pertimbangan dari sejumlah tokoh.

“Chatib Basri dipanggi hari ini, (kemarin,) di sana juga ada Pak Luhut. Itu, karena mungkin berkaitan dengan karena beliau ‘kan adalah Dewan Ekonomi, Nasional dan juga, Chatib Basri salah satu anggotanya. Jadi, ya, mungkin namanya Pak Presiden minta pertimbangan soal situasi kita karena memang tantangan yang kita hadapi tentu dari faktor global sangat mempengaruhi, jadi mungkin butuh pertimbangan,” jelas putra Bugis ini.

Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini menambahkan bahwa ketika ditanya oleh presenter apakah ini artinya Presiden sudah memberikan sebuah sinyal, atau memberikan perhatian yang besar terhadap pelemahan rupiah yang akhir-akhir ini terjadi?

“Saya pikir semenjak dilantik, Pak Presiden konsen betul bagaimana agar penguatan fundamental ekonomi kita bisa terus terjaga dengan baik, agar, keberlangsungan tertopang dengan baik. Maka dari itu, kalau dikatakan bahwa apakah hari ini saja, tentu tidak, karena semenjak beliau (Probowo, red) dilantik, beliau konsen betul, terutama bahwa beliau ingin kepemimpinannya banyak memberikan manfaat bagi masyarakat atau seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Apakah akan ada kebijakan yang ekstraordinary atau perlu melakukan langkah kebijakan yang ekstraordinary saat ini ?seberapa urgent?

 “Saya pikir pemerintah terus melakukan, tentu harus ada semacam alternatif-alternatif, tapi sejauh ini sih kondisi fiskal kita masih aman, cadangan devisa kita juga masih oke,” sambungnya.

 “Terus kalau kita lihat, ya, yang paling penting menjaga agar tidak terjadi menyusutan, stabil cadangan devisa. Yang paling penting juga kan di level grassroot (Masyarakat, red). Hari ini kita lihat, misalnya, inflasi kita dalam kondisi yang sangat aman dan terkendali. Artinya, yang disampaikan Bang Ridwan tadi itu, sampai ke level bawah itu masih dalam kondisi aman, bahwa pemerintah misalnya, terutama berkaitan dengan fiskal dan moneter ini, harus terus berkoordinasi dengan baik agar makin menguatkan kepercayaan pasar. Kalau kita lihat hari indeks kita naik 7% lebih. Terus misalnya, rupiah menguat,” lanjutnya.

 “Ya menguat tipis,130 poin,” timpal I Rahman .

“Artinya kan, itu juga bisa mempengaruhi. Kalau soal menguatnya ini, tergantung situasi pasar, karena kan memang, cash flow-nya kan keluar masuk ini, apalagi terutama ini komoditi, ya. Contoh domestiknya, dan selain domestik dan itu juga dari luar, misalnya, berhasil kita pulihkan kepercayaannya, mereka kan bisa menanamkan modal lagi dengan lebih banyak lagi, dan itu akan makin memperkuat dan menguatkan kondisi rupiah kita,’’ jawabnya.Presenter mempertajam bahwa apakah melakukan operasi pasar intervensi begitu dapat menstabilisasi rupiah. Namun tampaknya ini tidak cukup ampuh, bahkan tidak berhasil membuat rupiah itu stabil menguat. Apakah Anda tidak melihat memang ada masalah fiskal, seperti yang disebutkan narasumber yang lain tadi?

 “Kalau kita lihat ya, dengan kemarin kejadian sudah rapat koordinasi, antara baik itu Gubernur BI terus Kementerian Keuangan, dan termasuk juga DPR juga terus melakukan pengawasan sesuai tugas-nya,” terangnya.

 Bahtra menilai bahwa per hari ini begitu BI menaikkan suku bunga, “kita lihat sendiri hasilnya kan? Artinya baik, dan itu terus pasti dilakukan oleh pemerintah dalam rangka untuk memperbaiki, yang bukan hanya soal nilai tukar, tetapi juga bagaimana ke depan kita terus bisa mempertahankan,” tangkisnya.

 “Kalau cadangan devisa kita masih aman sampai 6 bulan ke depan. Artinya, kan itu sesuatu yang bagus dan kalau kita lihat rasio hutang kita itu kan masih, di angka rendah, dan dari segi sebenarnya dari segi ekonomi kita masih fundamentalnya masih sangat kuat, dan yang paling penting sebenarnya begini ya, saya agak mau lari ke sana sediki, bahwa kami punya pandangan yang agak berbeda ya bahwa sebetulnya MBG ini bisa menopang pergerakan ekonomi di bawah, (masyarakat luas, red)

 Ia mencontohkan, misalnya sekarang hampir 30.000 dapur yang beroperasi. Nah, itu berapa banyak bahan baku yang dibutuhkan,  dimana bahan bakunya diambil dari para petani, para peternak.. Artinya, sudah berapa banyak UMKM yang bisa  dihidupkan, dan berapa banyak lapangan kerja tercipta sekarang .

 “Kalau kita lihat Pak Presiden berpidato bahwa hampir 1,3 juta lapangan pekerjaan tercipta akibat MBG ini. Contoh, waktu krisis 1998, yang banyak menopang kita adalah UMKM. Makanya itu sebenarnya yang harus diperkuat ekonomi di bawah. Jadi Pak Prabowo jalan pikirannya sudah sangat benar, kemudian bagaimana itu program MBG ini bisa berjalan maksimal, bagaimana masalah itu menjadi lebih baik,” tuturnya.

Kemudian lanjutnya, “bahwa harapan kita ini bisa berjalan dengan baik. Tentu juga itu juga harapan Pak Presiden, makanya terus selalu dievaluasi. Ada pembenahan, karena ini kan program baru dengan daya jangkau begitu banyak penerima manfaat. Ini tentu harus dilakukan pengololaannya yang baik, agar tata kelolanya lebih baik. Memanfaatnya harus diperuncing lagi ke hal benar-benar baik, misalnya yang mana yang harus didahulukan, terutama daerah-daerah yang kita anggap paling membutuhkan, di 3T contohnya, atau daerah-daerah tertentu misalnya. Jadi, kalau programnya sudah sangat bagus, dan itu bisa membantu pertumbuhan ekonomi kita secara nasiona,” serunya.

Bahtra juga menyadari bahwa kondisi ekonomi, program MBG yang memang ada sok-sok (sedikit redup), beberapa bulan. Tapi yakin dan percaya bahwa beberapa bulan ke depan ini ekonomi kita makin baik dan percayalah bahwa kita optimis bisa mencapainya,” harapnya. (*)

Senin, 08 Juni 2026

Bahtra : Mengawal Perbaikan Tata Kelola MBG ke Depan

Wakil Ketua Komisi II DPR-RI, Bahtra Banong yang hadir dalam acara Live Streaming Kompas TV, 08/06/2026, secara tegas mengungkapkan bahwa pengelolaan MBG memang harus diperbaiki seiring dengan terpilihnya Ketua BGN yang baru. 

“Dengan Kepala BGN baru beserta dua wakil, memberi harapan baru untuk perbaikan.
Ini bagian dari keinginan pak Presiden agar MBG dapat dikelola dengan jujur, transparan, dan melibatkan APH lainnya,” ungkapnya. 

Wakil rakyat dari Dapil Sulawesi Tenggara ini mengungkapkan bahwa dampak MBG ini juga dapat memicu perputaran ekonomi warga, seperti permintaan bahan baku mendorong petani (sayur, telur).

“Pengelola dapur itu juga meminta lauk dari para nelayan, karena Sultra ini dominasi wilayah pesisir, maka menu-menu MBG itu Adalah ikan, yang dipasok dari nelayan, termasuk dari peternak dengan telur-telur hasil peternakan oleh warga,” ungkapnya. 


Ini menunjukkan bahwa memang ada perputaran ekonomi yang bagus di Masyarakat, bahkan telah mendorong UKM-UKM untuk terus berproduksi, dan ini dapat dikerjasakan dengan pengelola. “Coba bayangkan, ada sekitar 20.000an dapur MGB di seluruh Indonesia,” katanya, yang menunjukkan bagaimana MBG ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi warga. 

Bahtra mengurai bahwa ke depan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo bahwa :
Perbaikan pengelolaan dan transparansi
Pengolahan program perlu perbaikan.
Prinsip yang diulang: jujur, transparan.
Perlu arahan persis dan keterlibatan APH untuk akuntabilitas.

Untuk itu, Bahtra mengajak untuk secara bersama-sama mengawal program ini demi meningkatkan kehidupan kesejahteraan Masyarakat yang lebih baik. (*)

Sabtu, 06 Juni 2026

Bahtra Peduli Sasar Warga Kec.Tiwu Kolaka Utara

KOLUT -  Sedikitnya 15 warga Desa Tahibua dan Desa Tiwu, dan beberapa KK dari desa-desa lain di Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara, telah menerima bantuan Program Bahtra Peduli, Jumat 05 Juni 2026. 

Program Bahtra Peduli yang merupakan kepedulian seorang Bahtra Banong, Anggota DPR-RI melalui Jumat Berkah, telah sebagian masyarakat dari Kolaka Utara. "Program Bahtra Peduli akan terus menyetuh seluruh lapisan masyarakat Kolaka Utara," ujar Relawan Bahtra Paduli Kolaka Utara, Zulihin. 

Alumni Pendidikan Khusus Hambalang ini mengurai bahwa bulan-bulan ini, memang difokuskan beberapa desa di Kecamatan Tiwu, dimana bulan-bulan sebelumnya di Lasusua dan Kodeoha. 

"Memang kita akan menyasar semua kelompok-kelompok warga tanpa membedakan latarbelakang kehidupan mererka, agar Program Bahtra Peduli itu dirasakan manfaatnya bagi sesaama," kuncinya. (*)






Bahtra Banong Pimpin RDP Pembahasan Desertada


Wakil Ketua Komisi II DPR -RI Bahtra Banong memimpin Rapat Koordinasi dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang pembahasan Desertada. 

Berikut penjelasannya 









Jumat, 05 Juni 2026

Warga Terima Bantuan Program Peduli dari Bahtra Banong

KOLUT - Sebanyak 15 kepala keluarga di beberapa desa dalam lingkup Kecamatan Tiwu Kabupaten Kolaka Utara telah mendapatkan bantuan dari Anggota DPR-RI Bahtra Banong SPWK dalam kepedulian Jumat Berkah dari Program Bahtra Peduli, Jumat (04/06/2026). 

Meski setiap Jumat tersalurkan ke-15 kepala keluarga, namun masih cukup banyak warga yang memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan kepedulian dari Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini. 

Koordinator Bahtra Peduli Kolaka Utara, Zulihin mengungkapkan bahwa Program Bahtra Peduli yang berupa bantuan minyak goreng, gula pasir, dan mie instan kepada warga yang dinilai memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan. 

"Program ini sudah lama berjalan, dan disalurkan pada setiap hari Jumat. Hal ini dimaknai bahwa keberkahan hari Jumat yang ditandai dengan Shalat Jumat diharapkan akan menjadi spirit bagi seorang Pak Bahtra untuk terus menuerus memperhatikan warga Sulawesi Tenggara, utamanya bagi warga Kolaka Utara," ungkapnya. 

Program Manager Officer Pendamping Koperasi Kolaka Utara ini berharap bahwa gerakan kepedulian dua periode anggota DPR-RI ini akan terus dilakukan, dan akan menyentuh seluruh kecamatan. (*)