Menjawab segala tuntutan public, termasuk mahasiswa yang turun ke jalan, maka Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong pada Acara Sapa Indeonsia Pagi di Kompas TV menjawab bahwa jauh sebelum tuntutan ini digaungkan oleh mahasiswa, Prabowo sudah menindaklanjuti.
Ia mencontohkan tentang penghmeatan di segala sektor. “Bahwa
kita harus berhemat, dan tentu tidak hanya sekadar ucapan, tapi itu dilakukan
dengan tindakan, bagaimana kemudian kementerian, lembaga, dan bahkan semua
gubernur, bupati, walikota diinstruksikan secara tegas, bahkan secara nyata
melalui peraturan-peraturan untuk kemudian melakukan penghematan,” ungkap
Anggota DPR-RI dari Dapil Sultra.
Ketika ditanya bagaimana tanggapan Bahtra selaku Juru Bicara
menangani berbagai maraknya demo-demo yang bukan hanya di Jakarta, bahkan di
daerah yang hari Senin (15/06/2026), justru marak terus melantukan suara-suara
kritis.
“Iya, tentu saya ingin menyampaikan bahwa penyampaian
aspirasi, penyampaian pendapat yang dilakukan oleh, teman-teman BEM,
teman-teman mahasiswa. Itu tidak dilarang, dan memang, telah diatur dalam
undang-undang kita bahwa setiap orang, setiap individu, atau kelompok
masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum itu diperbolehkan,”
katanya.
Namun Bahtra mengingatkan bahwa tentu penyampaian pendapat
itu harus berbasis data, yaitu berdasarkan fakta-fakta. Dari sit, kemudian
harus disampaikan. “Dan kami juga berterima kasih, ya, kepada teman-teman BEM, sudah
melaksanakan demonstrasi secara tertib, damai, tidak ada anarkisme,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa sebagai bangsa yang berdemokrasi ini,
adalah sesuatu yang bagus, karena berbeda pandangan itu boleh, pendapat juga
itu diperbolehkan. “Kami, memberi apresiasi yang sebesar-besarnya kepada
teman-teman mahasiswa,” apresiasinya.
Soal terkait dengan tuntutan teman-teman BEM, katanya, tentu ada lima poin yang dimaksud itu, tuntutan tersebut sebetulnya jauh sebelum teman-teman menyampaikan, dimana Prabowo sudah mewanti-wanti kepada segala pengambil kebijakan di berbagai level sudah dilakukan.
“Semenjak beliau berkampanye jauh sebelum jadi presiden, ini
selalu disampaikan bahwa APBN kita terlalu besar kebocorannya, maka ini harus
diperbaiki dengan cara melakukan penghematan dan efisiensi tentunya,” serunya.
Lanjutnya, bagaimana kemudian kementerian, lembaga disuruh
untuk berhemat, bagaimana kemudian para kepala-kepala daerah, baik di tingkat
kabupaten kota, begitupun di tingkat provinsi. Artinya sejalan dengan apa yang
disampaikan teman-teman mahasiswa.
“Begitupun dengan MBG,” katanya seraya menegaskan sekali
lagi bahwa ini adalah program yang sangat mulia, tujuannya baik, untuk
memperbaiki gizi anak-anak, Indonesia di masa depan, untuk memperbaiki kualitas
sumber daya manusia di masa yang akan datang.
“Maka dari itu tentu program ini harus terus didukung, diberikan
dukungan terhadapprogram strategis pemerintah ini,” katanya seraya mengakui
bahwa kalua disana ada penyimpangan yang terjadi, maka itu yang sedang diperbaiki
oleh Presiden. (*)








0 comments:
Posting Komentar