Dalam Acara Business Talk Kompas TV dengan tema “Rupiah Bergejolak, Isu Resuffle Merebak” dengan menghadirkan sejumlah paka ekonomi, analis politik, perwakilan parpol dan juru bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong.
Talkshow yang dipandu Ian Rahman membuka acara dengan meminta anggota DPR RI dari Fraksi Gerindr aini memberikan ulasannya. Berikut yang diramu dari link https://www.youtube.com/live/FNWQ9OgUMf0 yang ditulis secara tutur.
Soal sejumlah nama yang dipanggil oleh Presiden Prabowo, bagaimana tanggapan juru bicara Partai Gerindra, ya ada beberapa nama dipanggil, dan ini dilakukan Presiden tentu akan minta pertimbangan dari sejumlah tokoh.
“Chatib Basri dipanggi hari ini, (kemarin,) di sana juga ada Pak Luhut. Itu, karena mungkin berkaitan dengan karena beliau ‘kan adalah Dewan Ekonomi, Nasional dan juga, Chatib Basri salah satu anggotanya. Jadi, ya, mungkin namanya Pak Presiden minta pertimbangan soal situasi kita karena memang tantangan yang kita hadapi tentu dari faktor global sangat mempengaruhi, jadi mungkin butuh pertimbangan,” jelas putra Bugis ini.
Wakil Ketua Komisi II DPR-RI ini menambahkan bahwa ketika ditanya oleh presenter apakah ini artinya Presiden sudah memberikan sebuah sinyal, atau memberikan perhatian yang besar terhadap pelemahan rupiah yang akhir-akhir ini terjadi?
“Saya pikir semenjak dilantik, Pak Presiden konsen betul bagaimana agar penguatan fundamental ekonomi kita bisa terus terjaga dengan baik, agar, keberlangsungan tertopang dengan baik. Maka dari itu, kalau dikatakan bahwa apakah hari ini saja, tentu tidak, karena semenjak beliau (Probowo, red) dilantik, beliau konsen betul, terutama bahwa beliau ingin kepemimpinannya banyak memberikan manfaat bagi masyarakat atau seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.
Apakah akan ada kebijakan yang ekstraordinary atau perlu melakukan langkah kebijakan yang ekstraordinary saat ini ?seberapa urgent?
“Artinya kan, itu juga bisa mempengaruhi. Kalau soal menguatnya ini, tergantung situasi pasar, karena kan memang, cash flow-nya kan keluar masuk ini, apalagi terutama ini komoditi, ya. Contoh domestiknya, dan selain domestik dan itu juga dari luar, misalnya, berhasil kita pulihkan kepercayaannya, mereka kan bisa menanamkan modal lagi dengan lebih banyak lagi, dan itu akan makin memperkuat dan menguatkan kondisi rupiah kita,’’ jawabnya.Presenter mempertajam bahwa apakah melakukan operasi pasar intervensi begitu dapat menstabilisasi rupiah. Namun tampaknya ini tidak cukup ampuh, bahkan tidak berhasil membuat rupiah itu stabil menguat. Apakah Anda tidak melihat memang ada masalah fiskal, seperti yang disebutkan narasumber yang lain tadi?
Kemudian lanjutnya, “bahwa harapan kita ini bisa berjalan dengan baik. Tentu juga itu juga harapan Pak Presiden, makanya terus selalu dievaluasi. Ada pembenahan, karena ini kan program baru dengan daya jangkau begitu banyak penerima manfaat. Ini tentu harus dilakukan pengololaannya yang baik, agar tata kelolanya lebih baik. Memanfaatnya harus diperuncing lagi ke hal benar-benar baik, misalnya yang mana yang harus didahulukan, terutama daerah-daerah yang kita anggap paling membutuhkan, di 3T contohnya, atau daerah-daerah tertentu misalnya. Jadi, kalau programnya sudah sangat bagus, dan itu bisa membantu pertumbuhan ekonomi kita secara nasiona,” serunya.
Bahtra juga menyadari bahwa kondisi ekonomi, program MBG yang memang ada sok-sok (sedikit redup), beberapa bulan. Tapi yakin dan percaya bahwa beberapa bulan ke depan ini ekonomi kita makin baik dan percayalah bahwa kita optimis bisa mencapainya,” harapnya. (*)








0 comments:
Posting Komentar