Pada Talk Show Sapa Indonesia Malam Kompas TV, dimana presenter menanyakan bagaimana tolok ukur dari program MBG ini ? Lalu bagaimana tata kelolanya menurut anda, Jubir Partai Gerindra Bahtra Banong.
Berikut kutipan penjelasan Anggota DPR-RI dari Dapil Sultra, Bahtra Banong, via link https://www.youtube.com/live/DOOrIxw5xOw?si=ib_8ZW3ac4WbIP0O, “Saya pikir ini kan dari waktu ke waktu terus dilakukan evaluasi, terutama dengan kejadian kemarin, dimana tentu Pak Presiden sudah menginstruksikan dengan jelas bahwa dengan adanya peristiwa-peristiwa yang kita anggap ada tata kelola yang kurang baik, terus kemudian penerima manfaat yang dianggap belum tepat sasaran, terus kemudian soal rerekofusion program ini dilakukan, tentu pasti ada juga penyesuaian-penyesuaian anggaran yang pada akhirnya nanti bisa dilakukan atau berefek kepada penghematan anggaran,” katanya.
Menurutnya, sekarang ini sudah dilakukan semua, dalam rangka menjalankan instruksi Presiden, terus kemudian Kepala BGN yang baru. “Kalau kita lihat, positif sekali, apalagi Wakil Kepala BGN sudah mengumumkan bahwa pada saat libur sekolah dihentikan sementara waktu, terus kemudian, rekofusion programnya, terutama soal penerima manfaat, lebih fokus lagi kepada betul-betul daerah yang kita kategorikan 3T atau daerah-daerah yang benar-benar memang membutuhkan MBG ini,” terangnya.
Presenter mempertanyakan bahwa setelah dengan posisi dari pejabat yang baru, dan setelah ada pembenahan saat ini. Tapi kalau Anda lihat dari satu setengah tahun sebelumnya saat masih dijabat Dadan, yang tersangka dalam kasus tata kelola ini. Lalu, Anda melihat juga ada hal yang sama, ada perencanaan yang tidak matang di situ.
“Ya, pemerintah kan terus melakukan pembenahan dari waktu ke waktu. Saya pikir Pak Presiden tidak tinggal diam. Tentu Pak Presiden banyak sekali melakukan, evaluasi-evaluasi terkait dengan, hal ini, seperti keberadaan program strategis ini,” jelasnya.
Bahtra menilai, tentu pasti yang namanya wajah depan program pemerintah pusat pasti selalu dimonitoring, pasti selalu dievaluasi dari waktu ke waktu. Dan itu jugalah yang membuat pada akhirnya Presiden mengambil keputusan, kesimpulan, untuk memberhentikan ketiga pimpinan BGN itu.
Ada pernyataan dari Pak Luhut seperti tadi, menurut Anda (Bahtram red) harus ada prioritas kelompok orang-orang tertentu yang harus jadi perhatian awal dari program MBG ini, atau karena kan yang belakangan juga muncul ?
"Dahulukan 3T dulu, atau ada kelompok tertentu yang harus jadi prioritas untuk MBG ini biar tepat sasaran itu tadi?”
Bahtra menjelaskan awalnya program ini hasil riset Presiden Prabowo, melalui perjalanan keliling ke daerah-daerah. “Beliau menyaksikan banyak sekali anak-anak sekolah kita, terutama yang mungkin masih berkekurangan, sehingga pak Presiden menyaksikan anak-anak di daerah,” katanya.
Maka dari itu program ini, kata Bahtra diagendakanlah. “Terus kemudian menjadi program strategis pemerintah pusat yang dipimpin oleh Pak Prabowo. Jadi saya pikir ini program tentu tujuannya baik, ya, tujuannya mulia, terus kemudian, program ini terutama daerah-daerah yang betul-betul membutuhkan,” terusnya.
Bahwa lanjutnya dalam perjalanannya kemudian bahwa ada penyimpangan di sana, tentu ada tata kelola yang kurang tepat. Ini semua yang harus diperbaiki supaya kembali ke substansi awal program ini. “Jadi Pak Prabowo kan kepengin bahwa semua masyarakat Indonesia, terutama ya anak-anak kita, begitu pun target penerimanya yang lain yangbukan hanya anak-anak,” katanya.Purtra Sulawesi ini juga mencontohkan, ada balita, ada ibu hamil, semua ini penerima manfaat MBG. “Jadi Pak Prabowo betul-betul ingin agar manusia Indonesia di masa depan itu unggul. Nah makanya itu diberesin dari hulunya supaya nanti produk kita di masa depan, daya saing anak-anak kita juga makin baik. Oke, dan itu semua yang harus dilakukan melalui program, yang tentu lebih tepat sasaran,” kuncinya. (ancha)









0 comments:
Posting Komentar